Magang Mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Ilmu-ilmu Pertanian

Mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Ilmu-ilmu Pertanian pada tanggal 14 Oktober 2019 mengikuti kegiatan magang sebagai bagian dari mata kuliah yang harus dijalani pada semester 7. Kegiatan ini diikuti 30 mahasiswa yang dibuka dan dilepas langsung oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Gorontalo Dr. dr. Muhammad Isma Jusuf, Sp.S. Peserta magang dibagi dalam dua kelompok menurut lokasi yaitu di PT. Royal Coconut Gorontalo dan Desa Insil Kecamatan Passi Timur Kabupaten Bolaang Mongondow (Sulawesi Utara).

Tujuan praktek magang ini adalah untuk memperoleh pengalaman kerja di lingkungan industri, mengetahui lingkungan kerja yang sebenarnya dalam suatu industri, membandingkan teori di kelas dengan praktek di lapangan dan mengaplikasikan kemampuan praktek di dunia industri dan lingkungan usahatani. Sedangkan manfaat magang adalah meningkatkan wawasan mahasiswa, menambah dan meningkatkan keterampilan serta keahlian dalam praktek di lapangan

Royal Coconut merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang industri pembuatan tepung kelapa. Berlokasi di Desa Ombulo Kecamatan Limboto Barat Kabupaten Gorontalo, produk perusahaan ini diekspor ke berbagai negara seperti Jepang, kawasan Afrika Utara dan Eropa Barat. Saat ini perusahaan sedang mengembangkan pabrik santan cair yang nantinya diharapkan dapat menyerap 600 tenaga kerja dan menyerap kelapa petani menjadi 600 ton per hari. Di lokasi ini mahasiswa melaksanakan magang selama satu bulan. Materi yang digali oleh peserta magang diarahkan pada praktek pendalaman manajemen seperti manajemen sumberdaya manusia (MSDM), manajemen keuangan, manajemen operasional dan manajemen pemasaran.

Desa Insil merupakan salah satu sentra perkebunan penghasil tanaman hortikultura seperti kentang, daun bawang, kol dan kacang merah. Kentang sebagai produk utama desa ini banyak dipasarkan ke Minahasa, Gorontalo dan sebagian Sulawesi Tengah. Pelaksanaan magang di Desa Insil berlangsung selama satu minggu dengan pendalaman materi pada penggunaan faktor-faktor produksi sistem usahatani, kondisi sosial ekonomi petani, sistem dan rantai tataniaga hasil usahatani.

Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *