Promosi Doktor Dosen Peternakan

Dosen Fakultas Ilmu-Ilmu Pertanian, Pada Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Mohamad Ervandi, S.Pt.,M.P. menempuh ujian Promosi Disertasi Terbuka, Selasa (17/03/2020). Ia tercatat sebagai mahasiswa Program Doktor Pascasarjana di Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya.

Ujian yang berlangsung di ruang rapat senat lt.6 Gd.V Fapet UB ini dipimpin langsung oleh Ketua Sidang Dr. Muhammad Halim Natsir, S.Pt, M.P. selaku Wakil Dekan bidang Akademik.

Bersama Dosen Promotor Prof. Dr. Ir. Trinil Susilawati, M.S. IPU., ASEAN Eng, Ko-Promotor Prof. Dr. Ir. M. Nur Ihsan, MS dan Dr. Ir. Sri Wahjuningsih, M.Si. beserta Para Penguji yakni Prof. Dr. Gatot Ciptadi, DESS, IPU., ASEAN Eng, Dr. Ir. Kuswati, MS., IPM., ASEAN Eng, Dr. Ir. Herni Sudarwati, M.S. dan Penguji Tamu Prof. Dr. drh. Pudji Srianto, M.Kes. Ervandi membahas penelitian berjudul “Status Fisiologi Reproduksi Sapi Induk Brahman Cross Hubungannya dengan Keberhasilan Kebuntingan.”

Menurutnya, salah satu faktor penyebab rendahnya populasi dan produktivitas sapi potong adalah rendahnya Efisiensi Reproduksi terutama angka keberhasilan kebuntingan ternak pada sapi betina, baik itu hasil Intensifikasi Kawin Alam (INKA) maupun Inseminasi Buatana (IB) . Seperti yang terjadi pada ternak sapi induk Brahman Cross hingga sampai saat ini.

“Penelitian ini untuk mengevaluasi pengaruh ransum pakan, interval waktu IB, tampilan reproduksi hubungannya dengan keberhasilan kebuntingan, menganalisis hubungan Body Codition Score (BCS) terhadap Service per Conception, dan Convention Rate, Mengetahui kondisi fisiologi ovarium dan organ reproduksi, dan juga analisis konsentrasi hormonal sapi induk Brahman Cross.” terang Ervandi saat melakukan presentasi

Penelitian dilakukan di Unit Breeding PT. Pasir Tengah Desa Cilampele, Mentengsari, Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, selama tiga bulan. Sample yang digunakan adalah 80 ekor sapi induk Brahman Cross dengan bobot badan berkisar 300 – 500 kg.

Proses penelitian melalui dua tahapan yaitu evaluasi pengaruh ransum pakan dan interval waktu IB terhadap keberhasilan kebuntingan. Serta pengamatan status fisiologi ovarium, anatomi organ reproduksi, dan analisis konsentrasi hormonal.

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa kebutuhan nutrisi berupa bahan kering dan protein kasar yang terkandung dalam pakan yang diberikan di PT. Pasir Tengah belum tercukupi. Sehingga berdampak pada kondisi fisiologi reproduksi terutama pada ovarium akibatnya berpengaruh pada keberhasilan kebuntingan sapi induk Brahman Cross.

Sementara itu hasil IB setelah pemberian ransum pakan memperlihatkan presentase kebuntingan masih sangat rendah dengan angka konsepsi sebesar 30%. Sedangkan BCS memberikan kontribusi positif sedang terhadap angka keberhasilan kebuntingan.

“Namun saya menemukan faktor lain yang menyebabkan kegagalan reproduksi sapi induk Brahman Cross dengan pengamatan menggunakan Ultrosnografi (USG) yaitu adanya kelainan anatomi organ reproduksi yang di indikasikan di spaying dan gangguan pada ovarium.” pungkasnya

sumber : fapet.ub.ac.id

Share!