FAPERTA Peduli Korban Banjir Gorontalo

(Tim disambut oleh Bapak Camat Kecamatan Bone)

Bencana memang tidak mengenal siapa, kapan dan tempat yang akan terdampak, seperti halnya yang terjadi di Kabupaten Bone Bolango dan Kota Gorontalo. Siapa yang menyangka ternyata bencana banjir bandang yang terjadi di dua wilayah tersebut berdampak besar terhadap masyarakat terutama masyarakat yang tinggal dibantaran Sungai Bone yang meluap. Menyikapi kondisi tersebut banyak organisasi, lembaga, institusi berbondong-bondong melakukan kegiatan penyaluran bantuan penduli banjir melalui posko-posko bantuan yang tersebar di dua wilayah yang terdampak, tidak terkecuali Fakultas Ilmu-Ilmu Pertanian Universitas Muhammadiyah Gorontalo (FAPERTA-UMGo).

FAPERTA melalui koalisi lintas organisasi, lembaga dan instansi ikut ambil bagian dalam pengumpulan dana donasi peduli banjir dan menyalurkannya kepada masyarakat peduli banjir. Sebagian besar donasi yang terkumpul di FAPERTA berasal dari donasi dosen dan praktisi dibidang pertanian, peternakan dan perikanan. Dana dari donator dikumpulkan melalui Posko Organisasi Masyarakat Sipil. Koalisi  lintas organisasi, lembaga dan institusi terdiri dari NU Kota Gorontalo, Gusdurian, FAPERTA UMGo, JAPESDA, AJI Gorontalo, Sampul Indonesia, Wahana Muda Indonesia, Ansor dan beberapa oraganisasi lainnya yang secara keseluruhan bekerja aktif dalam pengumpulan dana donasi peduli banjir.

Kegiatan distibusi bantuan dilaksanakan pada tangal 14 Juni 2020 dengan mengikutsertakan beberapa dosen FAPERTA. Dosen yang terlibat dalam distribusi bantuan diantaranya Sayuti Djau, S. IK, M.Si, Ir. Taufik Jarot Andrayanto, MM, Dr. Meity M Mokoginta, S.Hut, M.Si, Zulkifli Darongke, S.Pi, M.Si, Asruddin, S.Pi, M.Si, Susan Mokoolang, S.Pt, M.Si dan Yuzriah Gobel, S.P, M.Si. Distribusi bantuan yang menjadi fokus FAPERTA yakni di Desa Taludaa dan Desa Moodulio. Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan harian seperti popok bayi dan balita, kebutuhan wanita, pakaian, makanan, minuman dan beberapa kebutuhan penting lainnya. Hasil survey menunjukkan bahwa wilayah yang terdampak banjir cukup luas dengan jumlah penduduk yang lumayan banyak. Tidak sedikit rumah yang tergenang air bahkan ada yang rusak parah dan penuh lumpur bawaan banjir serta rentan terhadap penyakit. Akibat genangan air dan lumpur banyak mengakibatkan peralatan masak rumah tangga, pakaian dan beberapa kebutuhan anak yang tidak bisa digunakan dalam beberapa hari kedepan.

 

Menurut data berdasarkan pemetaan wilayah terdampak untuk wilayah Kota Gorontalo terdiri dari Kelurahan Padebuolo jumlah terdampak sebanyak 830 kepala keluarga (KK), Kelurahan Ipilo jumlah terdampak 1048 KK, Kelurahan Bugis terdampak 2827 KK, Kelurahan Talumolo jumlah terdampak 277 KK, Kelurahan Botu jumlah terdampak 376 KK. Untuk Kabupaten Bone Bolango terdapat beberapa desa dari beberapa kecamatan yang terdampak salah satu yang menjadi fokus pemberian bantuan adalah Kecamatan Bone. Dari data yang dikumpulkan terdapat bebrapa desa yang dianggap parah terdampak banjir diantaranya Desa Ilohuwa terdampak sebanyak 86 KK, Desa Masiaga jumlah terdampak 122 KK, 482 jiwa, lansia 14 jiwa, bayi 63 jiwa, balita 7 jiwa. Desa Taludaa jumlah terdampak 277 KK, jumlah jiwa 894. Desa Muara Bone jumlah terdampak 65 KK, 268 jiwa, lansia 5 jiwa, bayi sebanyak 9, balita sebanyak 14 jiwa. Desa Moodulio jumlah terdampak 44 KK, jumlah jiwa sebanyak 191, lansia 10 jiwa dan balita 19 jiwa.

 

Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *